 |
| Infografis Penampilan PSMS Medan di Liga-2 2017 |
Memasuki tahun 2018, kinantanisme
coba merangkum beberapa hal yang dianggap penting selama 2017 (Liga-2).
Berkomposisikan
mayoritas pemain muda, PSMS Medan memulai Liga-2 dengan sangat menjajikan, bahkan
menjadi salah satu tim yang diunggulkan untuk menjuara Liga-2. Hingga pekan
ke-8, PSMS Medan menjadi salah satu tim Liga-2 yang belum pernah merasakan
kebobolan. 8x berturut-turut melakukan cleansheet,
baik di laga kandang maupun tandang; luar biasa!
Memasuki pekan ke-9,
Persiraja Banda Aceh menjadi tim pertama yang berhasil membobol gawang PSMS
Medan, 2 goal bersarang saat Ayam Kinantan bertandang ke Tanah Rencong; skor
akhir 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Kekalahan berikutnya harus dialami
PSMS Medan saat bertandang ke Pulau Bangka pada pekan ke-11, pertandingan
berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PS Timah Babel.
Sepulang dari Pulau
Bangka, PSMS Medan harus menjamu PSPS Riau di Stadion Teladan Medan pada pekan
ke-12. Pertandingan ini sekaligus menjadi penentuan siapa yang layak mewakili
Grup-1 di Babak 16 Besar. Jika PSMS Medan berhasil meraih kemenangan, maka
sudah dipastikan PSMS Medan akan melenggang bebas ke Babak 16 Besar apapun
hasil di laga terakhir melawan Persih FC Tembilahan, tapi pertandingan berkata
lain; untuk pertama kalinya PSMS Medan harus menelan kekalahan di kandang
sendiri. Pertandingan berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tim tamu (PSPS
Riau). Victor Pae dari PSPS Riau menjadi pemain pertama yang memecah
keperawanan gawang PSMS Medan di Stadion Teladan Medan.
Laga melawan Persih FC
Tembilahan pada pekan ke-13 menjadi laga terakhir PSMS Medan, sekaligus menjadi
laga paling krusial. PSMS Medan benar-benar dituntut harus (dan wajib) meraih
kemenangan jika ingin lolos ke Babak 16 Besar. Pertandingan yang dilaksanakan
di Tembilahan ini berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan PSMS Medan,
sekaligus membawa PSMS Medan melaju ke Babak 16 Besar.
Pada Babak Penyisihan
Grup, PSMS Medan bertengger di Posisi 2 Grup-1 Liga-2, dengan 8x menang, 2x
seri dan 3x kalah.
Setelah dipastikannya
PSMS Medan melaju ke Babak 16 Besar, kejutan besar datang dari pihak manajemen
tim. Manajemen memboyong Djajang Nurjaman (eks pelatih Persib Bandung) untuk
mengarsiteki Ayam Kinantan selama Babak 16 Besar. Banyak pihak yang
menyayangkan pergantian pelatih ini, karena dirasa akan merubah ritme
permainan.
Pada Babak 16 Besar,
PSMS Medan berada di Grup-B bersama; Persibat Batang, Persita Tangerang dan
PSIS Semarang. 3 laga awal Babak 16 Besar, PSMS Medan harus menerima hasil yang
sangat buruk; kalah 2-1 atas PSIS Semarang (away),
bermain imbang 0-0 melawan Persita Tangerang (home), dan kalah 1-0 dari Persibat Batang (away).
Memasuki paruh kedua
Babak 16 Besar, PSMS Medan wajib menyapu bersih 3 pertandingan tersisa jika
ingin terus melaju ke Babak 8 Besar. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil,
PSMS Medan dengan meyakinkan melumat Persibat Batang dengan skor 2-1 (home), melumat PSIS Semarang dengan skor
3-1 (home), dan menjinakan Persita
Tangerang dengan skor 0-1 (away).
PSMS Medan menemani PSIS Semarang mewakili Grup-B di Babak 8 Besar.
Pada Babak 8 Besar yang
digelar di Stadion Patriot Bekasi, PSMS Medan berada di Grup-X bersama; Kalteng
Putra FC, Martapura FC dan Persis Solo. Pada fase ini, Ayam Kinantan tampil
dengan superior. Mengalahkan Kalteng Putra FC dan Martapura FC dengan
masing-masing skor akhir 2-1. Dengan hasil 2x kemenangan di laga awal, PSMS
Medan sudah memastikan satu tiket ke Babak Semifinal. Namun sayang, pada laga
terakhir Babak 8 Besar, PSMS Medan harus mengakui kemenangan Persis Solo dengan
skor akhir 1-0.
Memasuki Babak
Semifinal, PSMS Medan harus bertemu (kembali) dengan PSIS Semarang.
Pertandingan yang digelar di Stadion GBLA Bandung ini berakhir manis untuk Ayam
Kinantan, pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan PSMS Medan.
Sementara pada Babak Grand Final, PSMS Medan harus bertemu dengan musuh
lamanya; Persebaya Surabaya. Pertandingan berjalan alot, jual beli serangan
dilancarkan oleh kedua tim. Pertandingan pun harus di lanjutkan ke babak extratime. Skor akhir 3-2 menjadi
penutup Liga-2 2017, Persebaya Surabaya didaulat menjadi jawara Liga-2 setelah
berhasil menjinakan PSMS Medan di Stadion GBLA Bandung. Sejarah pahit tahun
2009 antara PSMS Medan, Persebaya Surabaya dan Kota Bandung pun terulang
kembali; PSMS Medan harus puas dengan gelar runner-up.
Liga-2 2017 telah
berakhir, peringkat 1, 2 dan 3 berhak promosi ke Liga-1 2018; Persebaya
Surabaya, PSMS Medan dan PSIS Semarang. 3 tim era perserikatan; 3 tim dengan
sejarah panjang di Liga Indonesia.
Liga-1 Kami Datang!
Horas!